Sandiaga Uno

CEO PT Saratoga Investama Sedaya ini memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Pada tahun 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta. Beliau juga pernah menjadi Ketua HIPMI periode 2005-2008. Menurut Sandi Uno, untuk meraih kesuksesan sesorang harus melakukan “Kerja4As” yaitu, kerja keras, cerdas, tuntas, ikhlas.

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dengan kondisi serba kekurangan. Beliau adalah mantan CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group yang bermarkas di Surabaya yang kini posisinya digantikan oleh putranya, Azrul Ananda. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara periode  2011-2014 oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Joe Kamdani

Presiden Komisaris PT Datascrip, perusahaan pemasaran dan distribusi peralatan perkantoran terkemuka di negeri ini. Dengan ketekunan, optimisme, dan kejelian membaca pasar, dia mendirikan dan membesarkan bisnis itu. Kini, operasional perusahaan telah didelegasikan kepada generasi muda.

Datascrip memasarkan sekitar 5.000 produk, berupa sarana, mesin, dan peralatan kantor. Ada tujuh kantor cabang di kota besar di Tanah Air dengan total karyawan sekitar 850 orang. Salah satu keberhasilan perusahaan ini menjadi distributor tunggal kamera digital merek Canon di pasar negeri ini, serta membesarkan beberapa produk merek lain.

Charles Saerang

Generasi ketiga Nyonya Meneer, beliau menjadi wirausahawan jamu legendaris asal Indonesia. Lelaki yang kini berusia 61 tahun itu kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Nyonya Meneer.

Memulai terjun di bisnis keluarga pada usia 24 dan berhasil membawa merk Jamu Nyonya Meneer manjadi salah satu produsen jamu terbesar di dunia.

Hendy Setiono

Seorang pengusaha asal Indonesia dan terkenal sebagai pendiri sekaligus menjabat hingga saat ini sebagai Presiden Direktur Baba Rafi Enterprise, yang memayungi waralaba kuliner Kebab Turki Baba Rafi, Piramizza, dan Ayam Bakar Mas Mono. Pada tahun 2005, usaha kebabnya sudah diwaralabakan dan pendirian PT. Baba Rafi Indonesia sebagai pemegang merek dagang Kebab Turki Baba Rafi. Saat ini, gerai miliknya sudah mencapai lebih dari 1000 di Indonesia, Malaysia, Filipina bahkan sampai ke Belanda (Eropa).

Anton Thedy

Anton Thedy adalah praktisi bisnis waralaba travel yang telah membuktikan bahwa jalan-jalan tidak selalu menghabiskan uang, tapi bisa menghasilkan uang juga. Saat ini, Anton menjabat sebagai CEO TX Travel, sebuah perusahaan travel franchise pertama di Indonesia yang dikembangkan secara waralaba sejak tahun 2004. Hingga kini, TX Travel mendapatkan banyak sekali penghargaan, diantaranya : The Most Innovative Marketing Effort By Foreign Tour Operator di tahun 2004, penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Travel Franchise Pertama di Indonesia, Franchise Top of Mind selama 4 tahun berturut-turut (2010 s/d 2013).

Hadi Wenas

CEO aCommerce Indonesia dan mantan Co-Founder dan Managing Director  untuk ZALORA Indonesia, Situs Web fashion e-commerce yang diluncurkan oleh Rocket Internet. Sebelum ZALORA, ia bekerja di McKinsey and Company selama enam tahun dan memulai karirnya di Oracle sebagai Aplikasi Engineer. Hadi Wenas memperoleh gelar Master di bidang Ilmu Komputer dari Stanford dan gelar Sarjana di bidang Teknik Mesin dan Ilmu Komputer dari University of Wisconsin. Kini beliau menjadi CEO Mataharimall.com yang siap menjadi situs belanja onlie terbesar di Asia.

Boy Rahardja

Boy Hermanto Rahardja adalah partner dari Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Achmad, Suharli & Rekan, serta Direktur PT Macsindo Prima Hadiwinata. Dia lulus dari Universitas Katolik Atma Jaya dan mulai karirnya sejak tahun 1977 sebagai auditor senior Drs. Hans Kartikahadi & Co, sebuah perusahaan akuntan publik. Boy Rahardja juga merupakan seorang ayah dari Reiner Rahardja dan juga Klemens Rahardja, beliaulah sosok dibalik kesuksesan sang Founder & Executive Director of  The Accelerator.

Thomas Joseph

Founder & CEO of Future Mediatrix. Future Mediatrix adalah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pemasaran digital. Memiliki visi untuk memberikan solusi pemasaran digital yang memiliki nilai inovatif , efektif , efisien dan ramah lingkungan serta menyediakan layanan untuk solusi pemasaran digital termasuk website , mobile dan aplikasi .

Agit Bambang

Dengan umur yang masih muda, Agit Bambang Suswato sudah bisa memiliki usaha pembuatan sepatu kulit dengan omzet ratusan juta per bulan. Pemuda yang sampai sekarang belum menyelesaikan kuliah ini juga memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Dia sengaja memberitahu di depan bahwa produknya 100% Indonesia. Dengan merk Amble Footwear dia berhasil mengekspor sepatu produksinya menembus pasar eropa.

Wendy Tandy

Sepanjang tahun, Wendy Tandy berhasil membuat Kartoe berhasil mempertahankan posisi yang unik sebagai trend desain butik terkemuka yang berfokus pada undangan pernikahan mewah dan alat tulis di Singapura dan di seluruh Asia.

Fredy Subrata

Founder SUN Education Group. SUN adalah konsultan pendidikan Internasional di Indonesia dengan produk dan jasa yang paling lengkap. Disana menyediakan layanan konsultasi yang meliputi ratusan lembaga yang berbasis dibeberapa Negara, seperti Australia , Singapura , Inggris, Amerika Serikat , Kanada , Malaysia , Swiss dan Selandia Baru .

Ronald Prasanto

Pencinta kopi ini berhasil membuat hobinya menjadi bisnis yang banyak digemari di kalangan mayarakat. Ronald menidirikan Ron’s Laboratory dan berhasil membuat inovasi baru untuk membuat ice cream dengan nama Molecular Gastronomy.

Calvin Hartono

Penerus restoran Gado-gado ini berhasil membuat Gado-gado menjadi makanan yang digemari banyak orang. Berawal dari keterpurukan, Calvin berhasil membangun kembali restoran peninggalan orangtuanya melalui management yang kuat, hingga sekarang telah memiliki banyak cabang.

.

Febi Salam

Pria yang akrab disapa Febi ini sebelumnya hanya sebagai komisaris di Dapur Iga, baru setelah nyaris bangkrut di 2012. Saat itu Febi langsung menggelontorkan modal sebesar Rp 300 juta untuk take over Dapur Iga. Dengan modal tersebut Febi merombak konsep Dapur Iga yang awalnya kedai kecil menjadi naik kelas lewat konsep resto.

Fajar Mosta

Fajar Mosta boleh dibilang sosok yang patut dijadikan panutan bagi para remaja yang ingin menjadi seorang pengusaha. Pasalnya, pemuda kelahiran ’86 ini telah mampu mendirikan perusahaannya sendiri, PT Mosta Kreatifindo Perkasa pada 2007 silam.

Perusahaan yang membawahi Daun Laundry sebagai salah satu unit usahanya itu telah mampu memproduksi sabun cuci, pembersih lantai, sampai dengan detergen dan pewangi yang dikhususkan untuk laundry dengan cakupan pasar sampai seluruh Indonesia. Bahkan, perusahaannya pernah ditunjuk untuk memproduksi sabun cuci hingga pembersih lantai oleh supermarket-supermarket ternama.

This is a unique website which will require a more modern browser to work!

Please upgrade today!

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook12K
Google+3k
https://accelerator.co.id/mentors/">
Twitter7K
LinkedIn