Dari pengalaman saya bertemu jumpa dan bertukar pikiran dengan banyak pengusaha sukses baik dari berbagai macam industri dan bidang, saya mendapatkan beberapa hal yang cukup menarik. Perbedaan dari orang sukses dan orang yang pada umumnya terletak dari cara mereka memandang tentang kehidupan.

Ingatkan kalian dulu pada saat kita masih kecil, kita mempunyai impian dan angan-angan yang besar. Coba tanyakan kepada diri kita masing-masing, apa impian kita waktu kita masih kecil ketika kita ditanya mau jadi apa setelah dewasa? Banyak sekali jawaban yang bisa kita dapat dari presiden sampai astronot, dari orang kaya sampai punya mobil mewah dan istana.

Kalau kita fokuskan pertanyaan tersebut sedikit lebih ke arah material, bukankah kita bisa merefleksikan jawaban tersebut dari masa kita bertumbuh dan berkembang, belajar di sekolah hingga kuliah. Contoh pada umumnya, kita ingin memiliki rumah yang besar, bagaikan istana, atau mungkin setidaknya ada standar minimal yang kita inginkan dari jumlah kamar yang cukup untuk menampung keluarga yang akan kita bangun nantinya.

Tetapi apa yang terjadi seiring dengan perkembangan kita? Mungkin pada saat TK atau SD kita menginginkan istana, lalu pada masa SMP dan SMA kita mulai bisa melihat realita hidup, bahwa sebagian besar dari pengajar kita di sekolah pun mungkin tidak memiliki apa yang kita inginkan. Pada saat kita menjajaki dunia kuliah dan mempersiapkan diri menuju ke dunia kerja, mungkin baik dosen dan pengajar kita di universitas pun tidak memiliki apa yang kita inginkan.

Lalu pada saat kita lulus kuliah dan mendapatkan kerjaan pertama kita, apa yang terlintas di benak kalian sekarang? Wah harga rumah yang cukup mungkin sekitar 1-2 Milyar Rupiah sekarang, gaji fresh-graduate di Indonesia mungkin minimal di 3-4 Juta Rupiah, mau sampai kapan bisa mendapatkan rumah dengan harga tersebut.

Disinilah kita bisa mulai melihat perbedaan dari cara berpikir kebanyakan orang dengan orang-orang ‘sukses’ atau mereka yang memegang kendali dalam roda ekonomi di dunia ini, orang-orang yang memiliki status 5% populasi terkaya di dunia seperti contohnya.
Kita bisa melihat perbedaannya di ilustrasi seperti berikut.

circle of income

Orang pada umumnya akan menerima nasib mereka dengan penghasilan yang pas-pasan, dan mengecilkan impian mereka sesuai dengan pendapatan mereka. Contoh dari rumah ideal yang anda inginkan, mungkin anda akan menurunkan standar anda ke hal yang lebih ‘realistis’ seperti apartemen atau rumah susun bahkan mungkin hanya mengontrak saja.

Orang yang sukses, lebih fokus kepada bagaimana cara mereka meningkatkan pendapatan mereka supaya bisa memenuhi impian mereka. Oleh karena itu, sekali lagi, hidup anda ditentukan dari saat ini, apakah anda siap membuat keputusan untuk merubahnya, atau menerima nasib saja.

Seperti yang sudah kita ketahui sendiri, bahwa penghasilan sebagai seorang karyawan, atau pekerja, apabila anda tidak berada di posisi dengan pendapatan menurut komisi atau hanya gaji bulanan saja, maka akan ada saat dimana anda mencapai ‘puncak’ atau ‘ceiling’ dari pendapatan anda di suatu perusahaan, baik itu mungkin di posisi eksekutif, maupun di posisi manajemen.

Sebagai seorang entrepreneur atau pengusaha, kita membuka peluang untuk menghasilkan pendapatan yang tidak terbatas, dengan berbagai cara dan metode yang berbeda dengan seorang pegawai. Tentu saja ini disertai dengan tantangan dan tanggung-jawab yang lebih berat daripada seorang pegawai dan resiko untuk gagal yang mungkin lebih besar daripada seorang pegawai atau karyawan. Membangun karir sebagai seorang professional itu tidaklah salah, tetapi apabila anda memiliki impian yang jauh lebih besar dalam hidup anda, mungkin ini adalah saatnya anda mempertimbangkan jalan lain untuk mencapainya.

“If you don’t build your dreams, someone else will hire you to build theirs!” – “Apabila anda tidak membangun impian anda, orang lain akan mempekerjakan anda untuk membangun impian milik nya”.

facebooksharebuttontwitter+share+button Red-signin_Medium_base_44dp

Please follow and like us: