Semenjak kita lahir, dunia mengajarkan kita bahwa kegagalan itu adalah suatu hal yang jelek. Kita harus berusaha untuk tidak gagal, kalau di sekolah misalkan kita tidak menjawab dengan benar, kita akan gagal dalam test atau ujian. Menurut saya, sebagai seorang entrepreneur dan pengusaha, anda harus bisa menerima kegagalan, dan bahkan memberikan kesempatan untuk pegawai anda gagal. Anda harus bisa menerima fakta bahwa anda sebagai seorang pengusaha akan lebih sering membuat pilihan yang ‘salah’, karena inilah cara entrepreneur untuk belajar, tidak ada satu buku yang mengatakan benar dan salah didalam mengambil keputusan.

Cara saya menilai suatu kesuksesan didalam sebuah bisnis start-up, bukannya dari berapa banyak uang yang anda bisa buat, tetapi seberapa cepat anda bisa belajar.

Belajar itu tidak terjadi dalam menulis seberapa bagusnya business plan anda, anda mulai belajar pada saat anda menapakkan kaki anda kedalam arena dan meluncurkan bisnis anda, bagaimanapun dan seberapapun anda berpikir bahwa anda tidak siap, dan mulai melakukan kesalahan.

Suatu perusahaan start-up itu adalah suatu perusahaan temporer yang di desain untuk mencari model usaha yang bisa mendatangkan profit. Ketika anda berada di posisi start-up, bayangkan bahwa diri anda adalah seorang anak belas tahun yang tidak tahu anda ingin menjadi apa setelah anda besar. Anda ingin menjadi besar, dan mungkin ingin menjadi besar dengan sangat cepat, kita hanya tidak tahu akan seperti apakah anda pada saat anda sudah besar.

Satu-satunya cara untuk mencari suatu model usaha yang bisa mendatangkan profit adalah melalui suatu cara yang disebut dengan penerapan. Luncurkan sesuatu (bisa produk, jasa, kampanye marketing, proyek baru), lalu cari tahu apa yang tidak bekerja, bawa masuk untuk di re-desain, rubah. Luncurkan lagi, cari tahu apa yang tidak bekerja, bawa masuk untuk di re-desain, rubah, dan luncurkan lagi. Ini tugas dari semua usaha di tahap awal, untuk membuat keputusan, terapkan secara cepat, awasi hasilnya, dan improvisasi dengan cepat. Terapan.

Ini salah satu dari kelebihan perusahaan di tahap awal, karena perusahaan dengan skala lebih besar akan lebih kompleks dalam menerapkan perubahan yang seharusnya penting, dari meetings dan meetings, lalu sounding ke upper-management, belum harus melalui tim legal, kita sebagai sebuah perusahaan dalam tahapan awal lebih banyak bergerak, menghadapi reaksi pasar, pembeli, mencari tahu apa yang mereka inginkan dan tidak inginkan, dan menerapkan cara yang lebih baik dalam pengembangan produk/jasa/proyek untuk mereka (consumer).

Jangan takut untuk membuat kesalahan, jangan takut untuk gagal. Apabila anda ingin sukses lebih cepat, buatlah lebih banyak kesalahan dan kegagalan.

Sebagai seorang pengusaha, anda akan mau membuat lebih banyak ‘kesalahan’ dalam satu minggu, daripada seperti yang khalayak ramai lakukan dalam setahun, karena hal inilah yang akan anda butuhkan apabila anda sungguh ingin sukses.

ita akan gagal dalam test atau ujian. Menurut saya, sebagai seorang entrepreneur dan pengusaha, anda harus bisa menerima kegagalan, dan bahkan memberikan kesempatan untuk pegawai anda gagal. Anda harus bisa menerima fakta bahwa anda sebagai seorang pengusaha akan lebih sering membuat pilihan yang ‘salah’, karena inilah cara entrepreneur untuk belajar, tidak ada satu buku yang mengatakan benar dan salah didalam mengambil keputusan.

Cara saya menilai suatu kesuksesan didalam sebuah bisnis start-up, bukannya dari berapa banyak uang yang anda bisa buat, tetapi seberapa cepat anda bisa belajar.

Belajar itu tidak terjadi dalam menulis seberapa bagusnya business plan anda, anda mulai belajar pada saat anda menapakkan kaki anda kedalam arena dan meluncurkan bisnis anda, bagaimanapun dan seberapapun anda berpikir bahwa anda tidak siap, dan mulai melakukan kesalahan.

Suatu perusahaan start-up itu adalah suatu perusahaan temporer yang di desain untuk mencari model usaha yang bisa mendatangkan profit. Ketika anda berada di posisi start-up, bayangkan bahwa diri anda adalah seorang anak belas tahun yang tidak tahu anda ingin menjadi apa setelah anda besar. Anda ingin menjadi besar, dan mungkin ingin menjadi besar dengan sangat cepat, kita hanya tidak tahu akan seperti apakah anda pada saat anda sudah besar.

Satu-satunya cara untuk mencari suatu model usaha yang bisa mendatangkan profit adalah melalui suatu cara yang disebut dengan penerapan. Luncurkan sesuatu (bisa produk, jasa, kampanye marketing, proyek baru), lalu cari tahu apa yang tidak bekerja, bawa masuk untuk di re-desain, rubah. Luncurkan lagi, cari tahu apa yang tidak bekerja, bawa masuk untuk di re-desain, rubah, dan luncurkan lagi. Ini tugas dari semua usaha di tahap awal, untuk membuat keputusan, terapkan secara cepat, awasi hasilnya, dan improvisasi dengan cepat. Terapan.

Ini salah satu dari kelebihan perusahaan di tahap awal, karena perusahaan dengan skala lebih besar akan lebih kompleks dalam menerapkan perubahan yang seharusnya penting, dari meetings dan meetings, lalu sounding ke upper-management, belum harus melalui tim legal, kita sebagai sebuah perusahaan dalam tahapan awal lebih banyak bergerak, menghadapi reaksi pasar, pembeli, mencari tahu apa yang mereka inginkan dan tidak inginkan, dan menerapkan cara yang lebih baik dalam pengembangan produk/jasa/proyek untuk mereka (consumer).

Jangan takut untuk membuat kesalahan, jangan takut untuk gagal. Apabila anda ingin sukses lebih cepat, buatlah lebih banyak kesalahan dan kegagalan.

facebooksharebutton twitter+share+button Red-signin_Medium_base_44dp

Please follow and like us: