Atasi rasa GUGUP anda sebelum anda melakukan Presentasi

Artikel ini disadur berdasarkan dari tulisan oleh Nancy Duarte dari blog nya di Harvard Business Review.

Kita semua pasti pernah merasakan, “Anda sedang akan memberikan presentasi besar (mungkin bahkan tidak terlalu besar), dan anda merasakan nervous. Anda merasakan adanya tekanan di dada anda. Pernafasan anda menjadi pendek. Tekanan darah anda meningkat, dan tiba-tiba, semuanya terasa bahwa tak bisa dihindari, anda akan mengacaukan presentasi ini dan parahnya, semua orang akan melihatnya.”

Ada alasan secara fisiologis melalui proses evolusi kita sebagai manusia tentang kenapa kita bisa merasakan hal seperti ini. Dulu peningkatan adrenalin dan kortisol melalui sistem tubuh kita pada saat stress membantu kita melarikan diri atau melawan dalam menghadapi predator. Didalam dunia bisnis, ancaman untuk kesejahteraan kita sebagian besar datang secara psikologis, bukan fisik – namun tubuh kita gagal untuk membedakan secara signifikan antara keduanya.

Ada beberapa perbedaan dalam cara otak kita memproses rasa sakit fisik dan sosial, respon saraf kita ketika kita di cubit, sangatlah mirip dengan respon saraf kita ketika mengalami penolakan. Ketika kita berbicara di depan umum, menawarkan kita kesempatan untuk menghadapi penolakan dalam skala yang besar, bukan hal yang luar biasa apabila ada sebagian besar orang lebih takut berbicara didepan publik daripada kematian.

Kabar baiknya, meskipun reaksi seperti ini sangatlah tertanam dalam didalam psikologis kita, kita juga bisa mengatasinya.

Yang pertama (dan paling jelas), cara untuk mengatasi ketakutan anda, adalah untuk melakukan apa saja untuk memastikan bahwa semua aspek akan berjalan lancar, dan ini berarti anda harus melakukan persiapan. Salah satu contoh dari presentasi yang paling menegangkan bagi Nancy adalah presentasinya di TEDxEast. Nancy tahu bahwa penampilan dirinya bisa memiliki dampak besar pada cara dunia memandang presentasi dan bisnisnya. Oleh karena itu beliau berlatih selama 35 jam, bahkan hingga menempelkan foto wajah semua karyawannya di tembok untuk mensimulasikan penonton yang sebenarnya.

Persiapan yang baik dapat membantu anda meyakinkan penonton anda bahwa anda memahami materi anda. Anda juga akan mendapatkan keuntungan dengan membuat bahan bicara anda lebih dapat di prediksi. Rasa panik dan nervous biasanya terpicu oleh kejutan, contoh dari flash foto, tersandung, powerpoint atau proyektor tidak bekerja, dan sebagainya. Sudah pasti akan selalu ada kejutan, tetapi anda bisa meminimumkan kejutan tersebut dengan mempelajari topic anda secara keseluruhan, mengantisipasi pertanyaan sulit dan berlatih untuk menyampaikan secara baik.

Berikutnya, coba visualisasikan sedikit. Bayangkan diri anda memberikan sebuah presentasi yang baik. Karena otak kita kadang-kadang memiliki kesulitan membedakan antara pengalaman nyata dan yang dibayangkan, gunakan ini untuk keuntungan kita. Bayangkan setiap menit dari presentasi anda secara detil. Bayangkan ketika anda diperkenalkan diatas panggung. Apa yang akan anda rasakan? Bagaimana anda akan membuka pembicaraan anda? Bagaimana kira-kira respon dan muka dari penonton anda?

Teknik ini sangat efektif karena dua alasan: apabila anda berfikir anda sudah siap, latihan ini akan membuat anda menjadi super siap. Pasti ada beberapa hal yang mungkin anda lupa sampaikan, atau mungkin membuat anda ‘tersandung’ apabila hal tersebut terjadi kepada anda, dan setelah anda menyampaikan presentasi ‘imajinasi’ anda, anda akan merasakan bahwa anda sudah pernah melakukannya sebelumnya. Presentasi anda yang sebenarnya akan sukses.

Setelah anda selesai mempersiapkan isi presentasi dan penyampaiannya, mulai lah menyamankan diri anda dengan ketidak pastian. Salah satu kebohongan yang bisa kita berikan ke diri kita adalah kita bisa memiliki kontrol penuh terhadap suatu situasi. Nyatanya adalah, kita, anda dan saya, tidak bisa! Pada titik tertentu anda harus bisa percaya bahwa anda sudah melakukan apa yang bisa anda lakukan untuk mempersiapkan diri anda. Kemungkinan bahwa ketakutan terburuk anda akan menjadi kenyataan benar-benar sangatlah tipis.

Saraf kita biasanya mulai menegang ketika kita berfikir bahwa orang lain bisa mengetahui kegugupan kita. Dalam kebanyakan kasus, mereka tidak bisa melihatnya. Hanya anda yang bisa mengetahui skenario kegagalan tersebut didalam pikiran anda, oleh karena itu, biarkanlah skenario ini tetap berada didalam pikiran anda. Apabila anda tersandung, bertindaklah seolah-olah itu tidak terjadi. Bahkan jika anda terjatuh, bangunlah dan buatlah sebuah lelucon tentang hal itu dan lanjutkan presentasi anda. Anda tidak akan bisa mengkontrol reaksi penonton anda, tetapi anda bisa memimpin mereka kea rah yang anda inginkan dengan tetap tenang dan santai.

Berbicara tentang penonton, biasakan diri anda untuk memandang wajah yang kosong dan tidak memiliki respon, atau wajah yang bahkan tidak memperhatikan anda. Ketika kita berbicara dengan seseorang secara tatap wajah, kita bisa mendapatkan isyarat fisik dan verbal bahwa seseorang sedang mendengarkan anda. Berbicara didepan orang banyak, anda tidak akan selalu mendapatkan respon seperti itu. Mereka bukannya menghakimi anda, mereka berusaha untuk sopan dan mendengarkan, atau mungkin saja mereka hanya sedang berada didalam dunia mereka sendiri.

Coba lakukan latihan terakhir ini, lakukan presentasi dihadapan asisten, teman atau keluarga anda, dan minta mereka memberikan tatapan wajah negatif ketika anda sedang latihan. (Hal ini akan sangatlah efektif.) Kuncinya adalah jangan ijinkan ekspresi atau bahasa tubuh seseorang mengganggu anda. Percayalah, kemungkinannya adalah penonton anda juga ingin anda berhasil.

facebooksharebutton twitter+share+button Red-signin_Medium_base_44dp

Please follow and like us: